Banyak orang di dunia ini yang tak mau mengalami kegagalan. Kegagalan seakan menjadi sebuah kata yang bisa membuat orang depresi saat menghadapinya. Apalagi, kalau kegagalan itu terjadi di event yang sangat penting.
Setiap orang punya cara yang berbeda dalam menghadapi kegagalan dan berpikir tentang kegagalan itu sendiri. Ada yang berpikir positiv dan kembali berusaha dengan tangannya sendiri. Ada yang berpikir negativ, tak mau berusaha dan cenderung melakukan hal-hal yang buruk. Dan ada pula yang tak mau berpikir dan mengibarkan bendera putih.
Dalam sebuah kegagalan sebenarnya dibutuhkan pemikiran yang profesional. Menyerah bukanlah kunci terbaik untuk menyelesaikan atau terlepas dari kegagalan. Apalagi berpikir negativ.Ingat Thomas Sang Penemu lampu neon? Berapa kali dia gagal? 1000. Bukan angka yang sedikit untuk percobaan. Tapi, dia berusaha terus berusaha hingga lampu itu sekarang bisa menerangi rumahkita di malamhari.
Pernah gak kita berpikir bahwa kehidupan kita akan terasa lebih nyata bila kita mengalami kegagalan terlebih dahulu? Dengan adanya kegagalan kita akan selalu berusaha mencapai apa yang kita inginkan, kita dapat lebih dekat dengan Sang Khaliq, dan bersyukur saat yang kita inginkan terwujud dengan usaha kita. Ternyata perintah berusaha itu menguntungkan ya? Meski, sebenarnya kegagalan juga tidak perlu terjadi. Hanya perlu adanya iringan doa dan sikap hati-hati.
Selain itu, banyak hal yang tersembunyi dalam kegagalan. Seperti sebuah peringatan. Peringatan akan kelalaian kita. Lebih tepatnya, perintah untuk Introspeksi terhadap diri kita sendiri. Dan masih banyak lagi. Intinya yang kita butuhkan adalah pemikiran positiv saat kita mengalami kegagalan.







