contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Sabtu, 13 Maret 2010

Dedaunan berguguran dan rerumputan yang menguning bergoyang diterpa angin, sungguh musim gugur yang indah. Kini, aku duduk bersandar pada punggung makhluk nan eksotik yang tengah mengayuh sepeda United menyusuri aspal yang membelah padang rumput dan pepohonan tepi jalan.
Tiba-tiba roda itu berhenti berputar, membuatku tak lagi bersandar padanya. Tapi, aku tetap duduk di jok belakang sepeda. Dia mengajakku turun dari sana dan aku pun turun. Dia menarikku dan membuatku berlari bersamanya ke sehamparan rumput yang mampu menggoyangkan rokku. Lalu, kami saling bertatap. Dia melangkah sambil menggenggam tanganku ke bawah pohon teduh yang sedang asyik menjatuhkan daunnya. Dia mendudukkanku di bangku panjang di bawah sebuah pohon rimbun.
“Tunggu aku, aku pasti kembali,”katanya saraya tersenyum dan pergi begitu saja tanpa jawabku.



Aku menunggu dan terus menunggu. Hingga aku tak tahu berapa lama aku menunggunya, yang aku tahu daun-daun yang tadi berjatuhan telah terganti oleh butiran salju. Akhirnya, aku putuskan untuk pergi meski aku teramat kecewa.
Saat aku mulai beranjak dari tempatku, sepotong tangan meraihku. Aku melihatnya.
“Aku udah bilangkan, aku pasti kembali,”katanya dengan wajah meyakinkanku.
Aku tersenyum, tapi air mata itu berderai. Aku menunduk dan dia mengangkat wajahku pelan seraya menghapus air mataku. Kuhembuskan napas panjang dan tersenyum. Dia tersenyum, lalu melilitkan syal yang tadi di pakainya dan menggandengku ke tempat di mana sepeda yang kami naiki diparkir. Dikayuhnya sepeda itu, aku kembali menyandarkan kepalaku di punggungnya. Dia tersenyum dan mengayuh sepedanya lebih pelan.

0

0 komentar:

Posting Komentar

Dunia itu luas tapi sempit